Mendengar kata merdeka, yang ada dibenak kita adalah sudah bebas dijajah
oleh bangsa lain. Sehingga, bangsa tersebut menjadi makmur, kuat, dan
tidak tergantung oleh bangsa lain.
Selain itu, makna kemerdekaan juga dapat diartikan sebagai negara yang sudah merdeka lebih dari 60 tahun. Oleh karena itu, masyarakat harus menjadi pendiri negeri, mempunyai komitmen untuk negeri dan penerus bangsa.
Mahasiswi Universitas Bung Karno (UBK) Erni mengatakan, dalam memperingati hari kemerdekaan, Indonesia diharapkan menjadi bangsa yang kaya akan sumber daya manusia (SDM). Kata Erni, sekarang ini, bangsa Indonesia masih terpuruk dan masih sedikit sekali memproduksi karya-karya dari tangan sendiri. Produksi seperti tambang, hasil laut, budaya yang beragam, tapi tidak bisa memperkaya negara sendiri.
"Sumber daya alam (SDA) di Indonesia melimpah, tapi sekarang masih banyak kemiskinan, karena SDM kita sangat kurang. Banyak orang-orang yang pintar dalam segala hal, seperti latarbelakang pendidikan yang bagus, tapi rata-rata kebanyakan bekerja dan tinggal di negara lain, karena dia tidak mendapatkan apa yang ada di sini," ujar Erni, saat dihubungi Okezone, belum lama ini.
Menurut mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi itu, hal tersebut sangat disayangkan. Orang Indonesia yang pintar tersebut banyak yang ditarik oleh orang asing untuk bekerja di negaranya.
"Jadi, sangat disayangkan sekali orang-orang Indonesia tidak mau membagi ilmu untuk SDM yang baik, karena kita butuh orang-orang yang jujur. Kita enggak bisa punya pemimpin yang cuma ngomong doang, kita harus punya integritas yang tinggi di mata dunia, sehingga kita tidak diremehkan," beber mahasiswi semester 2 tersebut.
Sedangkan menurut mahasiswi Universitas Indonesia (UI) Egalita Irfan, dalam memperingati hari ulang tahun Indonesia yang ke-69 tahun, Indonesia harus berkembang.
"Generasi muda bisa komitmen untuk Indonesia tetap maju. Karena saya kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), menurut saya harus bisa mengemukakan pendapat yang baik, seperti demo yang positif dan pemerintah harus mendukung," ucap mahasiswi jurusan Hubungan Internasional (HI) ini.
Untuk meningkatkan anak muda Indonesia lebih baik, cewek kelahiran Jakarta 29 Desember 1991 itu melanjutkan, harus mempunyai ide-ide. Anak-anak muda yang kuliah dengan fokus yang beda sesuai jurusannya, jadi lebih banyak forum anak muda dengan pemerintah, dan aspirasi anak muda lebih didengar.
"Kaitannya dengan lomba 17 Agustus, kita bisa mengenal lebih dekat dengan lingkungan sekitar, seperti perbedaan-perbedaan yang meliputi suku, agama, ras, dan agama untuk membuktikan bahwa kita satu, walaupun berbeda bahasa dan warna kulit," ungkap mahasiswi semester akhir itu.
Selain itu, makna kemerdekaan juga dapat diartikan sebagai negara yang sudah merdeka lebih dari 60 tahun. Oleh karena itu, masyarakat harus menjadi pendiri negeri, mempunyai komitmen untuk negeri dan penerus bangsa.
Mahasiswi Universitas Bung Karno (UBK) Erni mengatakan, dalam memperingati hari kemerdekaan, Indonesia diharapkan menjadi bangsa yang kaya akan sumber daya manusia (SDM). Kata Erni, sekarang ini, bangsa Indonesia masih terpuruk dan masih sedikit sekali memproduksi karya-karya dari tangan sendiri. Produksi seperti tambang, hasil laut, budaya yang beragam, tapi tidak bisa memperkaya negara sendiri.
"Sumber daya alam (SDA) di Indonesia melimpah, tapi sekarang masih banyak kemiskinan, karena SDM kita sangat kurang. Banyak orang-orang yang pintar dalam segala hal, seperti latarbelakang pendidikan yang bagus, tapi rata-rata kebanyakan bekerja dan tinggal di negara lain, karena dia tidak mendapatkan apa yang ada di sini," ujar Erni, saat dihubungi Okezone, belum lama ini.
Menurut mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi itu, hal tersebut sangat disayangkan. Orang Indonesia yang pintar tersebut banyak yang ditarik oleh orang asing untuk bekerja di negaranya.
"Jadi, sangat disayangkan sekali orang-orang Indonesia tidak mau membagi ilmu untuk SDM yang baik, karena kita butuh orang-orang yang jujur. Kita enggak bisa punya pemimpin yang cuma ngomong doang, kita harus punya integritas yang tinggi di mata dunia, sehingga kita tidak diremehkan," beber mahasiswi semester 2 tersebut.
Sedangkan menurut mahasiswi Universitas Indonesia (UI) Egalita Irfan, dalam memperingati hari ulang tahun Indonesia yang ke-69 tahun, Indonesia harus berkembang.
"Generasi muda bisa komitmen untuk Indonesia tetap maju. Karena saya kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), menurut saya harus bisa mengemukakan pendapat yang baik, seperti demo yang positif dan pemerintah harus mendukung," ucap mahasiswi jurusan Hubungan Internasional (HI) ini.
Untuk meningkatkan anak muda Indonesia lebih baik, cewek kelahiran Jakarta 29 Desember 1991 itu melanjutkan, harus mempunyai ide-ide. Anak-anak muda yang kuliah dengan fokus yang beda sesuai jurusannya, jadi lebih banyak forum anak muda dengan pemerintah, dan aspirasi anak muda lebih didengar.
"Kaitannya dengan lomba 17 Agustus, kita bisa mengenal lebih dekat dengan lingkungan sekitar, seperti perbedaan-perbedaan yang meliputi suku, agama, ras, dan agama untuk membuktikan bahwa kita satu, walaupun berbeda bahasa dan warna kulit," ungkap mahasiswi semester akhir itu.
